
Cianjur – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, H. Ramlan Rustandi, secara resmi membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)Inseri Pembelajaran Mendalam dengan tema “Terwujudnya Merdeka Belajar, Berkarakter, dan Berprestasi melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk Semua Mata Pelajaran”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Cianjur dan diikuti oleh seluruh dewan guru serta staf Tata Usaha MAN 2 Cianjur, Selasa (20/01.2026).
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, empati, karakter, serta pembelajaran yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Cianjur, H. Ramlan Rustandi, menekankan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi pendidikan madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta hadir untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan kepedulian. Melalui pembelajaran mendalam dan merdeka belajar, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi MAN 2 Cianjur yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi kurikulum dan penguatan kompetensi guru.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Cianjur, H. Solihin, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting bagi seluruh pendidik untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam penerapan KBC di setiap mata pelajaran.
“Workshop ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata di kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran di MAN 2 Cianjur semakin bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan karakter dan prestasi siswa,” ungkapnya.
terselenggaranya workshop ini, MAN 2 Cianjur menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pendidikan Kementerian Agama serta mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.